Pencarian
Menu Utama
Informasi
Data dan Statistik
Status Pengunjung
Saat ini ada 11 tamu online
Statistik Pengunjung
Milis Hortikultura
Email:
Visit this group
Home arrow Berita arrow Arsip Berita Tahun 2007 arrow CATATAN RAPIM KHUSUS DEPTAN Bojong Kembar, 28 Januari 2007
CATATAN RAPIM KHUSUS DEPTAN Bojong Kembar, 28 Januari 2007 Cetak E-mail
Sumber : Redaksi   
Kamis, 08 Pebruari 2007

CATATAN RAPIM KHUSUS DEPTAN

Bojong Kembar, 28 Januari 2007

RAPIM (Rapat Pimpinan) DEPTAN kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya, karena dilaksanakan di desa pertanian yang bertempat di desa Bojong Kembar (kecamatan Cikembar, kabupaten Sukabumi).  Hal ini mengingatkan kepada para pengambil keputusan di Departemen Pertanian bahwa pembangunan pertanian dilakukan berbasiskan pedesaan. Rangkaian kegiatan RAPIM ini dilaksanakan mulai dari tanggal 26 Januari sampai 28 Januari 2007, yang diakhiri dengan acara Temu Wicara Menteri Pertanian di Goalpara (Sukabumi).

RAPIM khusus ini dilaksanakan padan tanggal 27 Januari 2007, di Madrasah Diniah Sirojatul Falah yang telah dirombak dan dimodifikasi untuk menampung kegiatan ini.  RAPIM ini juga dipadukan dengan kunjungan lapang ke areal pertanian dan tatap muka dengan petani, penyuluh, peneliti, KTNA dan tokoh masyarakat yang dilaksanakan di Masjid  Al Barokah.  Sementara tatap muka dengan jajaran Pemda Sukabumi dilaksanakan secara terpisah bertempat di  Madrasah Diniah Sirojatul Falah.  Dalam rangkaian acara ini juga dipamerkan berbagai produk pertanian dan kegiatan pembangunan pertanian yang telah dilaksnakan pada beberapa lokasi.

Topik RAPIM adalah Pembangunan Pertanian untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Pengangguran di Pedesaan. Pemaparan masalah kemiskinan dan pengangguran telah disampaikan oleh Kepala Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kajian Pertanian  dengan judul ”Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran di Pedesaan”.  Pemakalah kedua adalah Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian dengan judul ”Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis Bojong Kembar” yang merupakan hasil PRA pengembangan pertanian di desa Bojong Kembar.  Disamping itu juga dipaparkan pelaksanaan Pengembangan Desa Mandiri Pangan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan sebagai bahan perbandingan untuk kegiatan sejenis lainnya..

Desa Bojong Kembar merupakan salah satu potret desa pertanian  yang punya potensi sumberdaya besar  akan tetapi masyarakatnya masih miskin.  Sekitar 40% masyarakatnya tergolong dalam penduduk miskin, dengan rata-rata pendapatan kepala keluarga adalah Rp. 2,4 juta/tahun.  Inilah juga yang menjadi alasan desa ini dipilih sebagai lokasi pelaksanaaan Prima Tani yang berbasiskan agribisnis.  Pengembangan prima tani di daerah ini difokuskan pada aplikasi teknologi dan pengembangan kelembagaan masyarakat tani dalam rangka fasilitasi untuk pemecahan masalah.  Fokus komoditas dikembangkan yaitu manggis, sapi potong, pisang dan sayuran dataran rendah. Pengembangan pertanian ditekankan pada pemberdayaan kelompok tani, dan dilakukan secara terpadu, terkoordinasi dan bersinergi dengan dukungan dari berbagai institusi.

Dalam RAPIM ini telah dilakukan telaahan dan diskusi untuk mendengarkan pandangan, pendapat dan saran dari peserta RAPIM serta tanggapan dari pembawa makalah.  Setelah mendengarkan tanggapan dan diskusi, selanjutnya Menteri Pertanian memberikan arahan, antara lain sebagai berikut;

  1. <!--[if !supportLists]-->Primatani sebagai salah satu model dan percontohan untuk  pengembangan daerah pedesaan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.  Dalam pelaksanaanya perlu mengintegrasikan berbagai kegiatan, sumberdaya, aspek dan subsektor lainnya, disamping itu dilakukan dengan memadukan model-model pembangunan pertanian yang telah sukses sebelumnya (succes stories) untuk memperkaya  Prima Tani.
  2. <!--[if !supportLists]-->Prima Tani merupakan Learning Center bagi masyarakat daerah/desa  lainnya, dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi dapat diajak berpartisipasi seperti melalui program KKN dan Praktek  Lapang yang diberikan insentif oleh Prima Tani.
  3. <!--[if !supportLists]-->Perlu upaya meningkatkan produktivitas pertanian di pedesaan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja disisi usaha on farm, off farm dan non farm (termasuk pasca panen dan pengolahan hasil).
  4. <!--[if !supportLists]-->Dalam jangka panjang diharapkan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian makin lama harus semakin berkurang namun kondisinya semakin membaik. Sebagian mereka sudah harus beralih ke kegiatan off farm dan non farm,  namun tetap saling terkait dan punya ketergantungan satu sama lain.
  5. <!--[if !supportLists]-->Pembangunan pertanian harus berawal dari desa atau berbasis pedesaan, karena hasilnya akan jelas. Dalam hal ini perlu membangun kelembagaan agribisnis yang kuat di pedesaan (kelompok tani, GAPOKTAN, asosiasi produsen, dll). 
  6. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Kelembagaan agribisnis yang dibangun perlu memiliki unit usaha pemasaran, hal ini dapat saja dengan merangkul pelaku-pelaku usaha yang telah ada (pedagang pengumpul, tengkulak, dll) menjadi pengelola unit pemasaran dari GAPOKTAN, dll.
  7. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Sering permasalahan petani dalam pemasaran, karen itu perlu upaya mendekatkan petani ke pasar dan adan upaya memotong rantai pemasaran. Hal ini di padukan dengan kegiatan penanganan pasca panen adan pengolahan hasil dalam  rangka meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
  8. <!--[if !supportLists]-->Pemilihan komoditi dan kegiatan harus memperhatikan aspek ekonomi, teknis dan kelestarian ekosistem (aspek lingkungan) dengan memilih tanaman yang cocok dan sekaligus melakukan kegiatan konservasi sumberdaya alam.
  9. <!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Dalam pelaksanaan program, jangan lupakan aspek mental, moral dan spriritual, karena ini yang akan membangkitkan strugle dan sustainable pembangunan pertanian, dan sekaligus sebagai daya dorong internal  dalam pembangunan pertanian. 

Dalam RAPIM Khusus ini, Menteri Pertanian menegaskan kembali bahwa agar semua pelaksanaan program dan kegiatan harus mengacu dan mengerucut pada Panca Yasa sebagai landasan fundamental pembangunan pertanian. Panca Yasa ini meliputi; 1) Pengaktifan kelompok tani, ataua kelembagaan petani, 2) Perbaikan kelembagaan penyuluhan, 3) Fasilitasi pembiayaan pertanian, 4) Perbaikan infrastruktur pertanian, dan 5) Pemasaran hasil pertanian sehingga dapat memperpendek rantai pemasaran. Kerjasama dan keterpaduan antar unit kerja lingkup Depertemen Pertanian dan institusi lain di luar Departemen Pertanian (permerintah maupun swasta) sangat penting untuk menggerakkan pembangunan pertanian dan menerapkan Panca Yasa. 

Sesuatu yang menarik adalah semua peserta RAPIM, yang merupakan para pejabat tinggi Departemen Pertanian, termasuk Menteri Pertanian  ditempatkan di rumah-rumah penduduk, begitu juga halnya dengan pengelola kegiatan RAPIM ini. Dengan demikian mereka benar-benar merasakan suasana pedesaan, berintegrasi dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat tani di desa Bojong Kembar. Tercatat sebanyak 61 rumah penduduk dimanfaatkan sebagai penampungan (home stay) bagi para peserta dan pengelola acara RAPIM ini, disamping memanfaatkan satu madrasah, satu unit SD dan Masjid Al Barokah.

Suatu kenangan dan impresi menarik telah didapatkan pejabat Departemen Pertanian yang mendapat induk semang dan home stay di desa Bojong Kembar ini. Mereka telah menyatu, mendapatkan pengalaman serta menangkap masalah dan keinginan langsung dari masyarakat desa. Peristiwa ini tentunya sangat langka bagi desa Bojong Kembar, mungkin tidak akan terjadi lagi di desa yang sama.  Namun hal semacam ini masih akan dilakukan pada desa-desa terpilih lainnya oleh Departemen Pertanian, dimana pada suatu desa dikunjungi dan dipenuhi oleh pejabat tinggi, tinggal bersama dan menyatu dengan penduduk setempat.  Selanjutnya melakukan diskusi pemecahan masalah, mengambil suatu studi kasus dan mengambil kebijakan untuk diterapkan secara bersama.

 
Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 11 Maret 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Direktorat Jenderal Hortikultura
Alamat : Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Telp.  : (021) 7806775
Fax.   : (021) 7805880
Email  : support@hortikultura.go.id
© 2002 - 2007
Situs Direktorat
Situs Terkait
[ design-weedus ]