Pencarian
Menu Utama
Informasi
Data dan Statistik
Status Pengunjung
Saat ini ada 12 tamu online
Statistik Pengunjung
Milis Hortikultura
Email:
Visit this group
Home arrow Berita arrow Berita Terbaru arrow STABILITAS EKONOMI BERBASIS PENGEMBANGAN KEKUATAN DAN KEUNGGULAN SUMBERDAYA PERTANIAN
Cetak E-mail
Sumber : Dr. Ir. Yul H. Bahar   
Senin, 03 Mei 2010

 

ImageSTABILITAS EKONOMI BERBASIS

PENGEMBANGAN KEKUATAN DAN KEUNGGULAN SUMBERDAYA PERTANIAN

Oleh  Dr. Ir. Yul H. Bahar

 


Pendahuluan

     Sebagai suatu negara yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, pemenuhan produk pertanian merupakan hal pokok yang harus dilakukan sebagai usaha stabilisasi ketahanan pangan nasional yang akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional. Penduduk yang banyak harus  dianggap dan dipandang sebagai potensi pasar yang besar, yang perlu dimanfaatkan sebagai suatu kekuatan ekonomi nasional.

     Sering kita terlena dan berupaya untuk pengembangan komoditas ekspor produk  dan terlalu membanggakan akan keberhasilan ekspor meskipun jumlah dan nilainya sedikit.  Padahal jumlah penduduk Indonesia yang besar (232 juta jiwa – seluruh timur tengah) adalah pangsa pasar komoditas yang sangat besar yang justru banyak dilirik negara-negara lain untuk memasarkan produknya, termasuk produk-produk pertanian. Berbagai perangkap dan aturan ekonomi global diciptakan Negara maju untuk memanfaatkan potensi pasar kita ini, sehingga memudahkan masuknya berbagai produk impor, yang akhirnya kita sendiri menjadi kurang berdaulat dalam pasar dalam negeri kita sendiri.

     Pengalaman selama ini, pembangunan ekonomi telah dikembangkan tidak berbasis pada keunggulan sumberdaya lokal (lebih tergantung impor) dalam hal bahan baku industri, teknologi maupun sumberdaya manusia, sehingga tidak mampu memberikan keuntungan dan kestabilan berkelanjutan pada perekonmian bangsa.  Dilain pihak sumberdaya alam Indonesia yang banyak (melimpah) dan beraneka ragam  agroekosistem untuk pengembangan komoditas belum dimanfaatkan dan diolah secara optimal.  Kekuatan ini seharusnya dimanfaatkan menjadi basis pembangunan ekonomi bangsa, sehingga ketergantungan akan pihak luar dapat dihindari/diminimalkan.. Pembangunan ekonomi berbasis kekuatan dan keunggulan sumberdaya (resource based development) ini akan berkontribusi besar pada  pembangunan ekonomi bangsa secara berkelanjutan karena memberikan “multiplier effects” terhadap perekonomian nasional.

 Permasalahan

  1. Ketidakstabilan ekonomi terjadinya karena adanya kesenjangan ekonomi atau pendapatan  dalam masyarakat, antar daerah (kota dan pedesaan) dan antar lapisan masyarakat..
  2. Ketidakstabilan ekonomi juga terjadi karena salah arah (mis-guded) dan salah pengelolaan (mis management) dalam sumberdaya alam, sehingga menimbulkan degradasi dan kerusakan sumberdaya alam, atau hanya menguntungkan segelintir/ kelompok masyarakat tertentu, yang akhirnya menimbulkan bencana serta mengancam kepada keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya alam tersebut.
  3. Tingkat konsumsi produk pertanian masih rendah (kecuali beras) jauh dibawah standar dan anjuran hidup sehat, disamping tidak merata dalam lapisan masyarakat, mendorong pada ketidakstabilan ekonomi, ketergantungan akan impor serta mempengaruhi pada tingkat kesehatan masyarakat. Hal ini terjadi karena rendahnya daya beli serta kurangnya pengetahuan akan kesehatan dan keseimbangan gizi masyarakat..

 Langkah dan Upaya Penanganan

     Pertanian merupakan sektor yang paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi pada berbagai lapisan masyarakat serta antara pedesaan dan perkotaan, karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dan mampu memberikan nilai tambah cukup tinggi bagi pendapatan masyarakat (terutama non pangan). Pembangunan pertanian berbasis keunggulan sumberdaya yang dipadukan dengan keunggulan ekonomi merupakan pilihan sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus menghindari ketidakstabilan ekonomi tersebut.

     Dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional, maka pembangunan pertanian berbasis kekuatan dan keunggulan sumberdaya alam (resource based developmet) yang dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dengan memperhatikan perinsip ekonomi dan ramah lingkungan dan memberdayakan pengelolaan oleh masyarakat setempat (communal resources management). . Kemampuan masyarakat dan kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam perlu dikembangkan dan diberdayakan, sehingga mampu memanfaatkan sumberdaya disekitarnya secara berkelanjutan, serta mengurangi terjadinya permasalahan lingkungan..

     Menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan permintaan pasar, maka pertanian industrial moderen yang kokoh dan berkelanjutan merupakan pilihan sebagai fundamental dalam pembangunan perekonomian nasional. Pembangunan pertanian ditekankan pada peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran pertanian (market driven) dengan meningkatkan akses terhadap penerapan teknologi dan manajemen agribisnis maju (GAP, GHP, GMP, dll), serta kemudahan akses terhadap pemasaran dan permodalan,

Dalam upaya mengurangi resiko dan ketidakpastian dalam kegiatan budidaya, juga perlu dikembangkan kegiatan pertanian terpadu.  Keterpaduan dapat dilakukan antar komoditas (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan), antar komponen dalam usaha (sarana, budidaya, pengolahan dan pemasran), antar institusi dan instansi (kemitraan, kerjasama usaha, konsorsium, dll). Pengaturan pola tanam dan pola produksi antar sentra dan kawasan produksi juga penting sehingga dapat mengatur jumlah produksi, distribusi dan jenis komoditas, sehingga fluktuasi produksi dan harga dapat diminimalkan.

Kita harus berdaulat dalam memanfaatkan sumberdaya dan peluang pasar yang ada di negara kita.  Oleh karena itu industrialisasi berbasis pertanian yang didukung pertanian tangguh (agro-industry) merupakan cara terbaik dalam pembentukan Indonesia menjadi suatu negara maju.  Pertanian berbasis agro-industri sendiri merupakan wujud pertanian modern yang tangguh, efisien yang dikelola secara profesional dan memiliki keunggulan dalam memanfaatkan pasar domestik dan memenangkan persaingan di pasar global (mengisi pasar ekspor), dalam hal ini  pengembangan pasar domestic melalui Promosi peningkatan Citra Apresiasi dan Cinta (CAC) produk dan teknologi nasional merupakan hal penting,

     Peningkatan investasi dan pemanfaatan di bidang pertanian dalam pemberdayaan sumber daya lokal akan menguntungkan banyak hal seperti meningkatnya produksi pertanian, kuatnya ketahanan pangan nasional, kesempatan kerja pedesaan, Apresiasi dan kegairahan generasi muda dalam pelaksanaan pembangunan pertanian moderen dan menguntungkan di daerah pedesaan  sangatlah penting, dengan penyediaan failitas dan sarana yang memadai, pemberian kredit lunak serta penerapan mekanisasi pertanian. Dengan demikian generasi muda akan bangga menjadi petani maju professional, dengan tingkat pendapatan tidak kalah dari sektor lainnya dan kejerihan tidak mendera fisik (bukan bekerja dengan membanting tulang dan dengan jerih payah).

    Mengingat perekonomian nasional perlu bertumpu pada sektor pertanian dan berbasis pada keunggulan sumberdaya yang dimiliki bangsa, maka diskriminasi politik dan kebijakan terhadap sektor pertanian harus dihentikan. Kalau pertanian dijadikan andalan perekonomian bangsa maka alokasi pendanaan dan perhatian kebijakan juga harus berpihak pada pertanian. Upaya untuk mendesain strategi dan kebijakan nasional untuk mewujudkan pertanian industrial moderen yang tangguh dan berkelanjutan berbasis kekuatan dan keunggulan sumberdaya alam (resources based development) sudah harus dimulai.

     Pertanian harus dipandang sebagai suatu sektor ekonomi yang sejajar dengan sektor lainnya bahkan dianggap sebagai penggerak pembangunan nasional, tentunya hal ini perlu diikuti dengan dukungan dan alokasi anggaran/ pendanaan yang proporsional (minimal disediakan 10 persen dari APBN/APBD dilokasikan untuk pertanian), dengan alokasi setiap subsektor yang seimbang juga (jangan seperti kasus hortikultura yang hanya dialokasikan sangat kecil),

    Lebih dari itu, kita harus mampu melepaskan diri dari perangkap skenario global yang sangat merugikan petani dan pertanian, harus mampu dan berdaulat memanfaatkan sumberdaya dan pasar pertanian yang besar sebagai basis pembangunan ekonomi nasional.  Jangan sampai kestabilan ekonomi bangsa justru diguncang oleh kebijakan yang terjadi di Negara lain. Agroindustri yang ingin kita wujudkan adalah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan, yang bertumpu pada kelimpahan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berkualitas..

     Melalui upaya dan pendekatan ini, maka kestabilan ekonomi akan dapat dicapai, dapat mengurangi; kesenjangan antara desa dan kota, kesenjangan pendapatan antar lapisan masyarakat, kesenjangan antara pembangunan pertanian dan non pertanian, kesenjangan dalam pengelolaan sumberdaya alam, serta kesenjangan antar generasi.

Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 05 Mei 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Direktorat Jenderal Hortikultura
Alamat : Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Telp.  : (021) 7806775
Fax.   : (021) 7805880
Email  : support@hortikultura.go.id
© 2002 - 2007
Situs Direktorat
Situs Terkait
[ design-weedus ]