| SEHARI DI CIANJUR BERSAMA PAK SUS |
|
|
| Sumber : DR. Ir. Yul H. Bahar | |
| Senin, 01 Maret 2010 | |
|
Objek Kunjungan Menteri Pertanian selama sehari di Cianjur adalah PT. Puncak Biotek yang memproduksi benih kentang, kebun pisang yang telah menerapkan GAP/SOP di desa Benjot (kecamatan Cugenang) dan terakhir ke perusahaan jamur CV ASA Agro Corporation. Kunjungan ini didampingi oleh Pak Dimyati, saya sendiri (Yul Bahar) dan Pak Nana, juga hadir Wakil Bupati Cianjur, Kadis Pertanian Cianjur yang baru (ibu Rika), P. Yanuardi (Kasubdit Sayuran Umbi), dan pihak-pihak lainnya. Juga turut mendampingi ibu Mike Wahyuni Suswono dan bu Nina Dimyati. PT. Puncak Biotek Dalam pertemuan dengan Mentan, pihak perusahaan PT. Puncak Biotek telah menjelaskan hal ihwal terkait dengan sejarah dan filosopi perusahaan, cakupan kegiatannya, fasiltas dan sarana yang dimiliki serta visinya, selanjutnya diikuti dengan kunjungan ke laboratorium kultur jaringan, pergudangan dan lapangan (screen house tempat produksi benih). Melalui kegiatan perusahaan ini diharapkan mampu memasok kebutuhan benih nasional dan bahkan dapat menjadi eksportir benih kentang (khususnya atlantik). Selama acara berlangsung diadakan penjelasan dan tanya jawab dengan Mentan serta pejabat lainnya. Kebun Pisang Pak Sutowo di Desa Talaga Acara pak Mentan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun Pisang milik Pak Sutowo, berlokasi di desa Talaga, beliau ini sekarang juga menjabat dan sudah dua kali terpilih sebagai kepala Desa Talaga (kecamatan Cugenang). Pak Sutowo sebagai ketua Gapoktan Talaga Makmur yang juga merupakan petani dan kebun binaan Ditjen Hortikultura dan Pemda Cianjur, dengan menerapkan teknik budidaya sesuai anjuran (GAP/SOP Pisang). Meskipun beliau pendatang di daerah ini (berasal dari Jawa Timur), namun Kades ini telah berhasil beradaptasi dan berasimilasi didaerah ini, bahkan telah berhasil menjadi champion hortikultura dan teladan masyarat setempat dalam pengembangan agribisnis pisang, pada tahun 2009 Gapoktan ini juga menerima penghargaan ketahanan pangan untuk bidang agribisnis hortikltura. Mayoritas jenis pisang yang dikembangkan adalah ambon lumut dan ambon putih, kebun pisang milik pak Sutowo sekitar 2 Ha dari 250 Ha luas pisang yang ada di Cugenang. Kegiatan agribisnis yang ditangani mulai dari pemilihan benih, teknologi budidaya, penanganan pasca panen dan pengolahan. Dari aspek budidaya telah melakukan pemilihan benih yang baik, melakukan pembrongsongan buah, pengaturan jarak tanam dan anakan. Saat ini sebagian produk pisang telah diolah menjadi kripik pisang dan dikemas dalam kotak yang menarik untuk dipasarkan di sentra oleh-oleh Cianjur dan daerah lainnya. Perusahaan Jamur CV ASA Agro Corporation Kunjungan disini diawali dengan observasi proses penyediaan bahan baku (dari sekam), fasilitas dan sarana pendukung, laboratorium dan tempat inkubasi jamur, tempat penyimpanan produk, sarana sanitasi, fasilitas pelatihan, dll. Dijelaskan oleh pengelola, bahwa permintaan akan benih jamur maupun produk jamur sangat besar, masih jauh dari jenuh, karena itu prospek agribisnis jamur sangat cerah asalkan dikelola secara baik. Pasa perusahaan ini permintaan akan benih jamur sudah antri panjang, bahkan baru ada yang kebagian pada tahun 2012. Mentan dan rombongan sangat tertarik dengan agribisnis ini karena dapat memanfaatkan limbah pertanian dan sumberdaya yang selama ini terbuang atau kurang optimal penggunaannya (sekam dan jerami), teknologi yang spesifik yang membutuhkan keahlian, ketekunan dan kecermatan tinggi, bersifat zero waste karena limbahnya masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik bagi tanaman. Dalam diskusi, Mentan mengarahkan supaya kegiatan semacam ini perlu mendapatkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah dalam rangka mengembangkan kemitraan dengan petani setempat dan menghela petani pelaku usaha jamur lainnya. Ilmu dan teknologi yang dimiliki ini perlu dipertahankan dan disebarkan ke petani yang sungguh-sungguh berminat, dan dapat mengembangkan kemitraan, ini tentunya suatu amal saleh dan ibadah yang nilainya tinggi. Demikian sekilas informasi dan pandangan mata secara singkat, sehari di Cianjur bersama Menteri Pertanian Bapak Ir. Suswono, MMA dan rombongan. Kepada Wakil Bupati Cianjur (Bapak Dr. Dadang Sufianto) Mentan menyarankan agar dalam pengembangan pertanian, kabupaten Cianjur supaya fokus pada pengembangan agribisnis hortikultura disamping pengembangan beras cianjur yang sudah lama dikenal, dan dapat dipromosikan sebagai beras premium untuk ekspor. Hal ini dilandasi dengan potensi wilayah, kesesuaian agroekosistem, pengalaman masyarakat, permintaaan pasar, serta image/citra produk yang telah terbentu. Mudah-mudahan kunjungan kerja sehari ini memberikan kesan mendalam bagi Pak Sus sebagai nakhoda dalam pengembangan pertanian dewasa ini, serta akan bermakna dalam pengembangan hortikultura ke depan. Semoga…. |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 01 Maret 2010 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









![[ design-weedus ]](http://www.hortikultura.go.id/templates/weedus02/images/bottom-right.gif)