Pencarian
Menu Utama
Informasi
Data dan Statistik
Status Pengunjung
Saat ini ada 13 tamu online
Statistik Pengunjung
Milis Hortikultura
Email:
Visit this group
Home arrow Berita arrow Berita Terbaru arrow SEHARI DI CIANJUR BERSAMA PAK SUS
SEHARI DI CIANJUR BERSAMA PAK SUS Cetak E-mail
Sumber : DR. Ir. Yul H. Bahar   
Senin, 01 Maret 2010
ImagePada hari Jum’at,  26 Pebruari 2010 bertepatan dengan hari besar islam Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1431 H, Menteri Pertanian (Ir. Suswono, MMA = Pak Sus) lebih memaknai dan memberikan nilai tambah hari libur tersebut dengan melakukan kunjungan lapang seharian ke Cianjur , khusus melihat objek yang terkait dengan pengembangan hortikultura. Jam 7 pagi Mentan sudah memulai kunjungan kerja tersebut dari komplek Perumahan Menteri Widya Chandra, Jakarta. Bersamaan dengan itu jajaran Ditjen Hortikultura juga telah berangkat dari rumah masing-masing untuk menyertai kunjugan kerja Menteri Pertanian tersebut.
Objek Kunjungan Menteri Pertanian selama sehari di Cianjur adalah PT. Puncak Biotek yang memproduksi benih kentang, kebun pisang yang telah menerapkan GAP/SOP di desa Benjot (kecamatan Cugenang) dan terakhir ke perusahaan jamur CV ASA Agro Corporation.  Kunjungan ini didampingi oleh  Pak Dimyati, saya sendiri (Yul  Bahar) dan Pak Nana, juga hadir Wakil Bupati Cianjur, Kadis Pertanian Cianjur yang baru (ibu Rika), P. Yanuardi (Kasubdit Sayuran Umbi), dan pihak-pihak lainnya. Juga turut mendampingi ibu Mike Wahyuni Suswono dan bu Nina Dimyati.

PT. Puncak Biotek
     ImagePerusahaan ini berdiri pada tahun 2007 dan trial production (uji coba produksi) pada tahun 2008, merupakan perusahaan patungan investasi dengan Korea Selatan.  Perusahaan memfokuskan diri sebagai produsen benih kentang (potatoes seed company), dengan areal produksi sekitar 20 Ha. Sejauh ini memfokuskan produksi pada kentang atlantik (yang kebanyakan masih impor) dan telah melakukan kontrak kerjasama dengan PT Indofood untuk menampung produksi benih, dan jumlah konrtrak meningkat drastis sepanjang waktu. Disamping itu juga mengembangkan kentang jenis French Fries (masih uji coba)   dan granola (dalam tahap registrasi).  
     Dalam pertemuan dengan Mentan, pihak perusahaan PT. Puncak Biotek telah menjelaskan hal ihwal terkait dengan sejarah dan filosopi perusahaan, cakupan kegiatannya, fasiltas dan sarana yang dimiliki serta visinya,  selanjutnya diikuti dengan kunjungan ke laboratorium  kultur jaringan, pergudangan dan lapangan (screen house tempat produksi benih). Melalui kegiatan perusahaan ini diharapkan mampu memasok kebutuhan benih nasional dan bahkan dapat menjadi eksportir benih kentang (khususnya atlantik).  Selama acara berlangsung diadakan penjelasan dan tanya jawab dengan Mentan serta pejabat lainnya.
     ImageKegiatan yang dilakukan adalah memproduksi benih sampai G0 (setelah perbanyakan dari kultur jaringan) dan langsung di sebar ke petani.  Dengan dmeikian terjadi perubahan paradigma dan cara kerja dengan system produksi benih kentang selama ini, yang prosedurnya melalui tahap G1 sampai G4 yang siap sebar ke petani. Terjadi pemutusan rantai tahapan produksi benih kentang, dengan demikian kualitas dan produktivitasnya diharapkan dapat meningkat.
 ImageAlhamdulillaah nampaknya Pak Sus merasa senang dan puas dengan penjelasan dan kinerja perusahaan ini, dan mengharapkan cakupan kegiatan ditingkatkan sehingga benar-benar dapat mencapai visinya.  Lebih dari itu kemitraan dengan petani setempat, petani dan pelaku usaha lainnya supaya dapat dilaksanakan, sehingga saling menguntungkan dan membesarkan satu sama lain.  Petani setempat diharapkan dapat ditampung sebagai pekerja, namun lebih dari itu juga menjadi mitra perusahaan dalam memproduksi benih kentang berkualitas. Rencana pembangunan sentra  produksi benih kentang (potetoes seed production unit = PSPU) di daerah sentra potensial lainnya juga akan didukung, termasuk kerjasama dengan IndoFood sehingga dapat mengurangi ketergantungan akan impor benih yang selama ini jadi beban devisa bagi negara.

Kebun Pisang Pak Sutowo di Desa Talaga
     Acara pak Mentan dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun Pisang milik Pak Sutowo, berlokasi di desa Talaga,  beliau ini sekarang juga menjabat dan sudah dua kali terpilih sebagai kepala Desa Talaga (kecamatan Cugenang). Pak Sutowo sebagai ketua Gapoktan Talaga Makmur yang juga merupakan petani dan kebun binaan Ditjen Hortikultura dan Pemda Cianjur, dengan menerapkan teknik budidaya sesuai anjuran (GAP/SOP Pisang). Meskipun beliau pendatang di daerah ini (berasal dari Jawa Timur), namun Kades ini telah berhasil beradaptasi dan berasimilasi didaerah ini, bahkan telah berhasil menjadi champion hortikultura dan teladan masyarat setempat dalam pengembangan agribisnis pisang, pada tahun 2009 Gapoktan ini juga menerima penghargaan ketahanan pangan untuk bidang agribisnis hortikltura.
     Mayoritas jenis pisang yang dikembangkan adalah ambon lumut dan ambon putih, kebun pisang milik pak Sutowo sekitar 2 Ha dari 250 Ha luas pisang yang ada di Cugenang. Kegiatan agribisnis yang ditangani mulai dari pemilihan benih, teknologi budidaya, penanganan pasca panen dan pengolahan. Dari aspek budidaya telah melakukan pemilihan benih yang baik, melakukan pembrongsongan buah, pengaturan jarak tanam dan anakan.  Saat ini sebagian produk pisang telah diolah menjadi kripik pisang dan dikemas dalam kotak yang menarik untuk dipasarkan di sentra oleh-oleh Cianjur dan daerah lainnya.
 
Perusahaan Jamur CV ASA Agro Corporation
     ImageKunjungan Lapang Mentan hari ini berakhir di perusahaan jamur CV ASA Agro Coorporation,  Kampung Jenggung, di desa Benjot (Kecamatan Cugenang), yang dimiliki oleh Bapak Ir. Triyono Untung Priyadi, seorang sarjana pertanian jebolan Universitas Gadjah Mada. Beliau ini merupakan champion agribisnis jamur yang sudah malang melintang di Cianjur, baik sebagai pelaku usaha, produsen benih dan jamur, pelaksanaan P4S (menerima pelatihan jamur dari berbagai daerah dan pelosok), bahkan telah menjadi konsultan jamur ke berbagai negara. Atas kesuksesan agribisnis dan sebagai champion hortikultura, baliau juga mendapatkan penghargaan Ketahanan Pangan untuk kelompok komoditas sayuran pada tahun 2009.  
     Kunjungan disini diawali dengan observasi proses penyediaan bahan baku (dari sekam), fasilitas dan sarana pendukung, laboratorium dan tempat inkubasi jamur, tempat penyimpanan produk, sarana sanitasi, fasilitas pelatihan, dll.  Dijelaskan oleh pengelola, bahwa permintaan akan benih jamur maupun produk jamur sangat besar, masih jauh dari jenuh, karena itu prospek agribisnis jamur sangat cerah asalkan dikelola secara baik.  Pasa perusahaan ini permintaan akan benih jamur sudah antri panjang, bahkan baru ada yang kebagian pada tahun 2012.  Mentan dan rombongan sangat tertarik dengan agribisnis ini karena dapat memanfaatkan limbah pertanian dan sumberdaya yang selama ini terbuang atau kurang optimal penggunaannya (sekam dan jerami), teknologi yang spesifik yang membutuhkan keahlian, ketekunan dan kecermatan tinggi, bersifat zero waste karena limbahnya masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik bagi tanaman.  
     Dalam diskusi, Mentan mengarahkan supaya kegiatan semacam ini perlu mendapatkan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah dalam rangka mengembangkan kemitraan dengan petani setempat dan menghela petani pelaku usaha jamur lainnya. Ilmu dan teknologi yang dimiliki ini perlu dipertahankan dan disebarkan ke petani yang sungguh-sungguh berminat, dan dapat mengembangkan kemitraan, ini tentunya suatu amal saleh dan ibadah yang nilainya tinggi.
     Demikian sekilas informasi dan pandangan mata secara singkat, sehari di Cianjur bersama Menteri Pertanian Bapak Ir. Suswono, MMA dan rombongan.  Kepada Wakil Bupati Cianjur (Bapak Dr. Dadang Sufianto) Mentan menyarankan agar dalam pengembangan pertanian, kabupaten Cianjur supaya fokus pada pengembangan agribisnis hortikultura disamping pengembangan beras cianjur yang sudah lama dikenal, dan dapat dipromosikan sebagai beras premium untuk ekspor.  Hal ini dilandasi dengan potensi wilayah, kesesuaian agroekosistem, pengalaman masyarakat, permintaaan pasar, serta image/citra produk yang telah terbentu.
     Mudah-mudahan kunjungan kerja sehari ini memberikan kesan mendalam bagi Pak Sus sebagai nakhoda dalam pengembangan pertanian dewasa ini, serta akan bermakna dalam pengembangan hortikultura ke depan. Semoga….
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 01 Maret 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Direktorat Jenderal Hortikultura
Alamat : Jl. AUP No. 3 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Telp.  : (021) 7806775
Fax.   : (021) 7805880
Email  : support@hortikultura.go.id
© 2002 - 2007
Situs Direktorat
Situs Terkait
[ design-weedus ]